Jumat, 23 Mei 2014

Daily emotion #4

Pagiii des...
Yap, seharian ini banyak yang kita lalui.
Yap, aku bahagia dengan semua hal.
Ombak yang datang tidak akan mudah menggoyahkan kita. Percayalah.
Tidak ada yang bisa merusak masa depan kita.
Tidak masa laluku. Tidak masa lalumu.
Love you :*

Kamis, 22 Mei 2014

Daily emotion #3

Pagii peri kecilku..
Bahagiakah dirimu disana?
Hmm.. aku terlalu banyak buatmu kecewa. Aku terlalu sering merusak mood mu.
Masih pantaskah aku?
Maafkan kelalaianku menjaga hatimu. Maafkan ketidakmampuanku menghangatkan tubuhmu.
I love you more than you know.
I love you more than i say.
Aku cintamu hari ini, dan dimasa depan. Aamiin

Rabu, 21 Mei 2014

Daily emotion #2

( ∩_∩ )づ Ħăiii˚ darl
Ini hari kedua. Hari dimana aku menemukan nickname.

Ajisai. Bunga kecil biru keunguan.
Mengingatkanku padamu.
I'll be always remember.

Miss you ({})

Selasa, 20 Mei 2014

Daily emotion #1

( ∩_∩ )づ Ħăiii˚ cantiik..
Ini pagi pertama dari (rencananya) tiap tanggal. My daily emotion.

Putih. Ya aku hari ini sedang ingin putih, warna favoritku.
Tidak lagi hitam. Tidak lagi aku ingin kembali menuju warna itu. Merubah warna, merubah cara berfikir.
Dari hitam ke putih.

Love you :*

Minggu, 11 Mei 2014

Cuaca

Saat mawar tak lagi merah. Tidak pula putih.
Saat tangkainya menusuk dalam. Memberikan bekas.
Saat daunnya mulai kecoklatan. Menuju layu.

Saat awan datang. Haruskah kusenang. Haruskah kusedih.
Saat hujan turun. Rejekikah ini. Musibahkah ini.
Saat air mengalir. Siapkah aku. Siapkah kamu.

Saat mawar terguyur hujan. Saat air mengalir melalui tangkai. Sudahkah akarnya kuat. Siap menyerap rejeki. Siap tergerus erosi.

Saat tunas berkembang. Kita kan mekar berseri.

Rabu, 09 April 2014

Malaikat penjaga

Hari ini aku mengambil resiko besar. Keputusan yang kontroversial. Keputusan yang berpotensi merusak kebahagiaanku (lagi). Pentingkah itu?

Saat jaman mulai berganti. Ketika ego diri sendiri harus dimenangkan. Ya, aku egois. Aku berkeras diri untuk membahagiakan orang-orang kesayangan. Menukarnya dengan kebahagiaanku. Pentingkah itu?

Biarkan burung tetap terbang. Biarkan mereka mengepak sayapnya menuju tempat yang dimau. Aku hanya penjaga. Aku hanya penjaga. Yang bisanya cuma berharap. Yang bisanya diam-diam resah saat burung tak kembali ke kandang. Kandangku.

Tidak mengapa, aku hanya malaikat penjaga