Jumat, 28 Februari 2014

28022014

Pada hari ini, dunia berjalan terbalik untukku.
Dia yang kucinta berfikir tak seperti biasanya. Miss.
Disini, tempat aku mencari rejeki menjadi tempat orang-orang menahan emosi.
Tempat tinggalku pun sama, seolah-olah menularkan energi negatif.

Kenapa hari ini?

Sabtu, 08 Februari 2014

Satu

Liburku cuma satu hari. Liburku cuma satu hari. Maunya dipakai buat bersenang senang. Cukuplah tekanan itu hadir di enam hari lainnya. Haruskah silancip disebutkan di hari yang ingin kujadikan waktu untuk berbahagia.

Biarkan aku bahagia. Sedikit saja. Sedikit saja. Sekedar untuk melepas tawa. Meringankan berat yang sebenarnya tetap sama. Dengan senyuman. Senyumanmu.

Ini dunia nyata. Ini dunia nyata. Tidak semua keinginan akan terwujud. Maafkan aku yang tak stabil emosinya. Terlalu mudah goyah dalam menyimpan rasa. Terlalu lemah saat menghadapi masalah.

Kini semua harapan menguap. Dan aku harus tetap tersenyum. Menjaga hati-hati yang kucinta.

Jumat, 07 Februari 2014

Egois

Kalau hanya melihat jenismu, rusaklah dunia.
Kalau hanya melihat rasmu, peranglah akhirnya.
Kalau hanya melihat dirimu, kiamatlah sudah.

Bukankah hidup dan matimu bukan milikmu?
Bukankah bumi dan perhiasannya hanya titipan?
Bukankah manusia pikirannya dilengkapi dengan hati?

Lalu apakah kita akan lebih telanjang daripada binatang?
Menjadi lebih merusak daripada erupsi dan tsunami?
Tidak, bukan itu tujuan penciptaan.