Rabu, 09 April 2014

Malaikat penjaga

Hari ini aku mengambil resiko besar. Keputusan yang kontroversial. Keputusan yang berpotensi merusak kebahagiaanku (lagi). Pentingkah itu?

Saat jaman mulai berganti. Ketika ego diri sendiri harus dimenangkan. Ya, aku egois. Aku berkeras diri untuk membahagiakan orang-orang kesayangan. Menukarnya dengan kebahagiaanku. Pentingkah itu?

Biarkan burung tetap terbang. Biarkan mereka mengepak sayapnya menuju tempat yang dimau. Aku hanya penjaga. Aku hanya penjaga. Yang bisanya cuma berharap. Yang bisanya diam-diam resah saat burung tak kembali ke kandang. Kandangku.

Tidak mengapa, aku hanya malaikat penjaga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar