Liburku cuma satu hari. Liburku cuma satu hari. Maunya dipakai buat bersenang senang. Cukuplah tekanan itu hadir di enam hari lainnya. Haruskah silancip disebutkan di hari yang ingin kujadikan waktu untuk berbahagia.
Biarkan aku bahagia. Sedikit saja. Sedikit saja. Sekedar untuk melepas tawa. Meringankan berat yang sebenarnya tetap sama. Dengan senyuman. Senyumanmu.
Ini dunia nyata. Ini dunia nyata. Tidak semua keinginan akan terwujud. Maafkan aku yang tak stabil emosinya. Terlalu mudah goyah dalam menyimpan rasa. Terlalu lemah saat menghadapi masalah.
Kini semua harapan menguap. Dan aku harus tetap tersenyum. Menjaga hati-hati yang kucinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar